
Lionel Messi membawa Argentina menang 2-0 atas Austria di Dallas dan sekaligus mengantar timnya lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026. Dua gol Messi dalam laga Grup J juga membuat kapten Argentina itu memecahkan rekor gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Messi sempat membuang peluang emas di awal pertandingan. Penalti diberikan setelah VAR meninjau pelanggaran terhadap Lautaro Martinez, tetapi eksekusi pemain 38 tahun itu melebar dari gawang. Meski begitu, ia segera menebus kegagalan tersebut dan tetap menjadi penentu hasil akhir.
Lionel Messi ukir rekor baru
Gol pertama Messi lahir pada menit ke-38. Facundo Medina mengirim umpan silang rendah, lalu Messi menyelesaikannya dengan tembakan khas ke gawang Austria. Gol itu menjadi gol ke-17 Messi di Piala Dunia 2026, melewati catatan Miroslav Klose dan menempatkannya sendirian di puncak daftar pencetak gol sepanjang masa turnamen.
Ia kemudian menambah satu gol lagi pada masa injury time. Messi memaksa bola masuk pada percobaan kedua untuk memastikan kemenangan 2-0. Dengan tambahan dua gol itu, total koleksinya menjadi 18 gol, termasuk lima gol hanya dari dua pertandingan Grup J setelah sebelumnya mencetak hat-trick melawan Aljazair.
Jalannya laga di Dallas
Austria memberi perlawanan yang keras meski kurang tajam di sepertiga akhir lapangan. Tim asuhan Ralf Rangnick sempat mengancam lewat upaya Marcel Sabitzer pada menit ke-23, tetapi tembakannya diblok Cristian Romero. Pada menit ke-31, peluang Messi juga sempat digagalkan Kevin Danso setelah kombinasi dengan Lautaro Martinez.
Argentina tidak selalu nyaman sepanjang pertandingan. Ruang gerak Messi jauh lebih sempit dibanding saat menghadapi Aljazair. Beberapa kali ia langsung dikepung sejumlah pemain Austria begitu menerima bola. Namun tekanan itu justru membuka ruang di area lain, dan Argentina bisa memanfaatkannya untuk menciptakan peluang penting.
Dampak untuk Grup J
Kemenangan ini memastikan Argentina melaju ke fase gugur dan menempatkan mereka di puncak Grup J. Austria, yang sebelumnya menang atas Yordania pada laga pembuka, masih menjaga peluang untuk ikut lolos meski kalah di pertandingan ini.
Situasi grup juga membuat Argentina berada di jalur yang bagus untuk finis sebagai juara grup dalam upaya mempertahankan trofi. Jika menutup Grup J di posisi teratas, Argentina akan menghadapi runner-up Grup H, yang untuk sementara ditempati Uruguay, pada babak 32 besar.
Catatan dari Messi dan kondisi Romero
Usai laga, Messi mengakui ia sempat sangat kesal setelah gagal mengeksekusi penalti. Namun ia menekankan bahwa kemenangan jauh lebih penting karena pertandingan berjalan berat dan ketat. Menurutnya, hasil ini membuat Argentina bisa sedikit lebih tenang menatap laga berikutnya.
Argentina juga mendapat catatan kurang ideal ketika Cristian Romero mengalami cedera lutut pada menit ke-57 dan harus digantikan Nicolas Otamendi. Di tengah kabar itu, malam di Dallas tetap menjadi milik Messi: rekor pecah, dua gol tercipta, dan Argentina sudah mengamankan tempat di fase gugur.