Luka Modric vs Inggris, Babak Baru di 2026

Luka Modric dan Luka Lama Inggris: Akankah Kroasia Mengulang Cerita di Dallas?

DutaScore|17 Jun 2026, 23:12
Foto : Instagram @lukamodric10

Luka Modric kembali hadir sebagai nama yang sulit dipisahkan dari luka lama Inggris. Gelandang veteran Kroasia itu sudah berkali-kali menjadi bagian dari momen yang menggagalkan langkah Three Lions, dan kini, menjelang panggung besar di 2026, ada peluang cerita itu berulang lagi. Jika pertemuan berikutnya benar-benar terjadi di Dallas, fans sepak bola akan disuguhi satu duel sarat sejarah: pemain besar yang belum selesai, melawan tim nasional yang terus dibayangi kenangan pahit.

Bagi penggemar bola Indonesia, nama Modric tentu tidak asing. Statusnya sebagai legenda Real Madrid dan ikon Kroasia membuat setiap laga besar yang melibatkan dirinya selalu punya daya tarik tersendiri. Apalagi ketika lawannya adalah Inggris, tim yang juga punya basis penggemar besar di Indonesia. Kombinasi nama besar, sejarah panjang, dan konteks turnamen membuat potensi pertemuan ini terasa lebih dari sekadar pertandingan biasa.

Rekam Jejak yang Membebani Inggris

Kisah panjang Modric melawan Inggris dimulai jauh sebelum generasi sekarang mendominasi percakapan. Pertemuan awal yang paling membekas datang di Zagreb pada 11 Oktober 2006, dalam laga kualifikasi Kejuaraan Eropa. Saat itu, Modric masih berada di fase awal karier internasionalnya, tetapi dari sana ia mulai menjadi bagian dari rivalitas yang terus tumbuh.

Sejak saat itu, Inggris beberapa kali dipaksa menghadapi versi terbaik Kroasia. Modric tidak selalu menjadi pencetak gol atau pembuat assist yang paling menonjol di atas kertas, tetapi pengaruhnya terhadap ritme permainan, ketenangan saat menguasai bola, dan kemampuannya mengendalikan tempo membuat Kroasia sering tampil lebih matang ketika menghadapi lawan sekelas Inggris.

Itulah yang membuat namanya begitu lekat dengan trauma sepak bola Inggris. Dari Zagreb, lalu ke Wembley, hingga panggung besar di Moskow, Modric berkali-kali hadir dalam momen yang mengubah arah perjalanan Three Lions. Dalam pertandingan-pertandingan seperti itu, ia bukan sekadar pemain senior, melainkan pusat permainan Kroasia yang memberi timnya keyakinan untuk menantang lawan yang secara materi sering dianggap lebih kuat.

Dallas Bisa Jadi Panggung Terakhir

Yang membuat cerita ini makin menarik adalah nuansa “satu tarian terakhir”. Modric sudah melewati begitu banyak era, tetapi ia masih berada di titik ketika namanya relevan untuk laga sebesar ini. Jika benar bertemu Inggris lagi di Dallas, pertandingan itu akan terasa seperti pertemuan antara masa lalu dan masa kini: satu pemain yang sudah mengganggu Inggris selama dua dekade, melawan generasi baru yang ingin memutus siklus.

Dalam konteks turnamen besar, pengalaman seperti milik Modric sering menjadi pembeda. Kroasia mungkin tidak selalu datang sebagai unggulan utama, tetapi mereka punya kebiasaan tampil disiplin dan sulit dipatahkan di laga penting. Kehadiran Modric memberi dimensi psikologis tambahan. Inggris tidak hanya menghadapi Kroasia sebagai tim, tetapi juga menghadapi simbol dari beberapa kegagalan mereka sendiri.

Bagi fans Indonesia, duel seperti ini punya nilai lebih karena menghadirkan benturan gaya yang jelas. Inggris biasanya datang dengan intensitas tinggi dan kedalaman skuad, sementara Kroasia sering mengandalkan kontrol permainan, kecerdasan taktik, dan pengalaman. Modric berada tepat di titik temu semua elemen itu.

Dampaknya ke Persaingan

Jika pertemuan ini benar-benar terjadi, sorotannya tidak akan berhenti pada nostalgia. Ada dampak nyata terhadap persaingan di turnamen. Inggris selama ini terus berusaha membuktikan bahwa mereka mampu mengatasi tekanan di fase-fase penting. Menghadapi Kroasia yang dipimpin Modric akan menjadi ukuran mental sekaligus kualitas permainan mereka.

Dari sisi Kroasia, laga melawan Inggris juga bisa menjadi kesempatan untuk sekali lagi menunjukkan bahwa mereka tetap berbahaya meski generasi emas mereka sudah menua. Modric adalah wajah paling jelas dari kesinambungan itu. Selama ia masih mampu mengatur permainan, Kroasia akan selalu punya peluang untuk mengganggu tim mana pun.

Karena itu, pertandingan ini berpotensi menjadi salah satu duel yang paling ditunggu jika benar masuk jadwal. Nama besar kedua tim sudah cukup menjual, tetapi sejarah pertemuan mereka membuat tensinya berbeda. Untuk penonton Indonesia, ini tipe laga yang layak ditunggu sejak jauh hari, terutama karena melibatkan pemain yang kariernya sudah melintasi banyak generasi penggemar.

Yang Perlu Dicermati dari Modric

Pertanyaan utamanya sekarang sederhana: apakah Modric masih bisa melakukannya sekali lagi? Jawabannya mungkin tidak hanya bergantung pada kondisi fisiknya, tetapi juga pada bagaimana Kroasia membangun tim di sekelilingnya. Namun satu hal yang sudah terbukti selama bertahun-tahun, Modric punya kemampuan untuk membuat pertandingan besar berjalan sesuai iramanya.

Inggris tentu memahami ancaman itu. Mereka tahu bahwa memberi ruang kepada Modric berarti memberi Kroasia kesempatan untuk mengontrol pertandingan. Sebaliknya, jika mereka mampu memutus aliran bola ke sang gelandang, peluang untuk mengubah cerita akan terbuka lebih lebar.

Di situlah letak daya tarik duel ini. Bukan semata soal usia atau romantisme karier panjang, melainkan soal apakah seorang maestro yang sudah 20 tahun menghantui Inggris masih punya satu malam besar lagi. Jika jawabannya iya, Dallas bisa menjadi bab baru dari rivalitas yang terasa akrab, tetapi tetap sulit ditebak.

Scroll to Top