Modric Bawa Kroasia Kalahkan Slovenia

Luka Modric Masih Menentukan, Kroasia Bekuk Slovenia Jelang Laga Kontra Inggris

DutaScore|8 Jun 2026, 14:00
Foto : Instagram @lukamodric10

Luka Modric kembali menunjukkan kelasnya saat Kroasia menang 2-1 atas Slovenia dalam laga pemanasan menuju agenda besar berikutnya. Gelandang veteran itu mencetak gol di pertandingan yang disebut-sebut bisa menjadi penampilan resmi terakhirnya di kandang bersama tim nasional, sebelum Kroasia melanjutkan persiapan dengan menghadapi Inggris.

Kemenangan ini memang tidak sepenuhnya menghapus tanda tanya yang masih mengiringi performa tim asuhan Zlatko Dalic. Namun setidaknya, Kroasia berangkat dengan modal hasil positif setelah melalui laga yang tidak sepenuhnya mudah melawan Slovenia yang tampil berani dan cukup merepotkan.

Malam emosional untuk Modric

Sorotan utama jelas tertuju pada Modric. Sebelum pertandingan, suasana sudah mengarah pada kemungkinan bahwa ini adalah laga resmi terakhir sang kapten di tanah Kroasia. Meski belum ada kepastian soal rencananya setelah Piala Dunia 2026, nuansa perpisahan terasa kuat sepanjang malam.

Modric datang ke laga ini dengan perlindungan wajah, tetapi kemudian melepas masker tersebut, menerima ucapan dari Dalic, dan memberi salam singkat kepada publik yang menyambutnya dengan hangat. Momen itu mempertegas betapa besar tempat Modric di hati suporter Kroasia.

Yang paling penting untuk Kroasia, kontribusinya tidak berhenti pada sisi emosional. Sebelum ditarik keluar menjelang satu jam pertandingan, Modric sempat mengingatkan bahwa kualitasnya belum benar-benar pudar. Di usia yang sudah tidak muda untuk ukuran pesepak bola elite, ia tetap mampu mengatur ritme dan memberi pengaruh nyata di lapangan.

Bagi penggemar sepak bola Indonesia, nama Modric tentu punya daya tarik tersendiri. Reputasinya sebagai salah satu gelandang terbaik generasinya membuat setiap penampilan bersama Kroasia tetap layak ditunggu, apalagi ketika masa depannya di level internasional mulai menjadi bahan pembicaraan.

Kroasia menang, tapi belum sepenuhnya meyakinkan

Secara hasil, Kroasia berhasil menutup laga dengan kemenangan 2-1. Namun jalannya pertandingan menunjukkan bahwa tim ini masih menyimpan beberapa pekerjaan rumah. Slovenia memberi perlawanan sengit dan dalam beberapa fase terlihat cukup merepotkan, bahkan bisa disebut sedikit kurang beruntung karena gagal membawa pulang hasil lebih baik.

Laga uji coba memang sering menghadirkan gambaran yang tidak utuh. Intensitas bisa naik turun, rotasi pemain kerap mengganggu ritme, dan fokus utama biasanya bukan sekadar skor akhir. Meski begitu, ada kesan bahwa Kroasia belum sepenuhnya stabil dari sisi bentuk permainan.

Pertanyaan soal performa, kebugaran, dan susunan tim masih belum benar-benar terjawab. Itu terlihat dari permainan Kroasia yang belum konsisten sepanjang laga. Mereka tetap punya kualitas individu untuk membalikkan keadaan, tetapi secara kolektif belum tampil sebersih yang diharapkan untuk tim dengan pengalaman turnamen besar seperti mereka.

Gol penentu kemenangan akhirnya datang di momen terakhir lewat aksi Mario Pasalic. Gelandang itu mencetak gol dengan sepakan voli spektakuler pada sentuhan akhir pertandingan, sebuah penyelesaian yang langsung mengangkat suasana stadion. Sebelum gol tersebut, emosi publik tuan rumah lebih banyak digerakkan oleh kehadiran dan kontribusi Modric.

Inggris menanti, ujian berikutnya lebih berat

Setelah laga ini, perhatian Kroasia langsung mengarah ke duel berikutnya melawan Inggris. Pertandingan tersebut akan menjadi ukuran yang jauh lebih jelas soal kesiapan mereka. Jika melawan Slovenia saja Kroasia masih menunjukkan beberapa celah, maka menghadapi Inggris akan menuntut level permainan yang lebih rapi dan lebih tajam.

Nama Inggris sendiri tentu punya bobot besar bagi pembaca Indonesia. Tim ini selalu menjadi salah satu yang paling banyak diikuti, terutama karena kedekatan fans Indonesia dengan pemain-pemain Premier League. Karena itu, laga Kroasia kontra Inggris berpotensi menarik perhatian lebih luas, bukan hanya karena kualitas kedua tim, tetapi juga karena ada unsur pembuktian dari kubu Modric dan kawan-kawan.

Dari sisi Kroasia, pertandingan melawan Inggris juga akan menjadi kesempatan untuk melihat apakah mereka bisa memperbaiki detail yang masih mengganggu. Dalic tampaknya masih mencari kombinasi paling pas, baik dari segi kebugaran pemain maupun struktur permainan. Kemenangan atas Slovenia memberi sedikit ketenangan, tetapi belum cukup untuk menghapus keraguan.

Respons publik dan sinyal jelang turnamen

Di tengah penampilan tim yang belum sepenuhnya meyakinkan, publik Kroasia setidaknya pulang dengan satu hal yang sangat berarti: mereka masih bisa menikmati sentuhan magis Modric di kandang sendiri. Jika benar ini menjadi penampilan resmi terakhirnya di hadapan suporter tuan rumah, maka gol dan pengaruhnya di laga ini menjadi penutup yang pantas.

Itu sebabnya kemenangan atas Slovenia terasa lebih besar daripada sekadar hasil uji coba biasa. Ada unsur emosional, ada kekhawatiran soal kondisi tim, dan ada pengingat bahwa Kroasia masih memiliki pemain yang mampu mengubah suasana pertandingan dalam sekejap.

Untuk saat ini, Kroasia bisa berangkat dengan senyum tipis dan sejumlah catatan penting. Modric masih menentukan, Pasalic memberi penyelesaian dramatis, tetapi ujian sesungguhnya belum datang. Dengan Inggris sudah menunggu, kemenangan ini menjadi modal awal yang berguna, sekaligus peringatan bahwa Kroasia harus segera menemukan bentuk terbaiknya.

Scroll to Top